Gaji yang Tepat Untuk Pekerja Wanita

/Gaji yang Tepat Untuk Pekerja Wanita

Gaji yang Tepat Untuk Pekerja Wanita

Pada beberapa femonema, antara pria dan wanita terdapat banyak perbedaan. Di Negara kita, sudah lumrah jika seorang pria atau suami bekerja mencari nafkah untuk keluarga. Sedangkan seorang wanita atau istri tinggal di rumah untuk mengurus anak-anak dan rumah. Beberapa keluarga memiliki kebijakan berbeda yaitu suami dan istri sama-sama bekerja untuk menujang ekonomi keluarga. Pada hal ini, biasanya mereka disetarakan. Penyetaraan tersebut adalah pada gaji pekerjaan yang mereka kerjakan. Pria dan wanita jika pekerjaan mereka sama, mereka juga mendapat gaji yang sama. Namun, ada juga kesenjangan gaji pada gender. Sebagai contoh, wanita memiliki penghasilan yang lebih rendah untuk pekerjaan yang sama dengan yang pria kerjakan. Apakah wanita dengan gaji lebih rendah sebenarnya terpukul dengan fenomena ini daripada rekan pria mereka yang dibayar lebih tinggi? Perbedaan gaji tersebut telah dibuktikan dengan data yang dikumpulkan oleh Survei tertentu di Negara Amerika. Ada juga pekerjaan dengan bayaran tinggi untuk perempuan daripada gaji yang dibayarkan untuk laki-laki. Di beberapa bidang, kesenjangan gaji rata-rata nasional menunjukkan kenaikan gaji yang diperuntukkan perempuan berdasarkan profesionalitas dan berprestasi yang tinggi.

source: traviskolder

Para ekonom yang mempelajari masalah ini telah menemukan bahwa ketika ditinjau dari pendidikan, pengalaman, dan profesi, wanita dibayar lebih sedikit daripada laki-laki. Selain itu, bagi wanita yang bekerja dengan gaji tinggi memiliki beban yang lebih berat yaitu anak-anak. Berdasarkan studi, kesenjangan gaji antara pria dan wanita secara keseluruhan adalah sekitar 1:8. Ada juga yang berpendapat 1:7. Pria dibayar lebih banyak di hampir setiap pekerjaan, karena pria selalu ada dalam semua sektor pekerjaan kecuali sebagai perawat dan penitipan anak.

Upah untuk wanita dengan bayaran rendah didukung oleh undang-undang upah minimum, yang memastikan bahwa semua pekerja di tingkat dasar akan memperoleh penghasilan yang sama tanpa memandang jenis kelaminnya. Beberapa pekerjaan berpenghasilan menengah dengan perlindungan serikat juga membantu mempersempit kesenjangan gaji, sementara pengusaha yang menawarkan transparansi upah seperti lembaga pemerintah juga cenderung memiliki kesenjangan upah gender tetapi lebih kecil. Namun sebagian besar profesi dengan gaji rendah tidak memiliki mekanisme untuk membantu memangkas kesenjangan gaji. Sementara perempuan juga cenderung tidak melakukan negosiasi untuk dibayar lebih tinggi daripada laki-laki. Hal ini dapat menghambat mereka memperoleh gaji yang tinggi. Beberapa anggota parlemen memperdebatkan bagaimana sejarah wanita mau dibayar murah untuk pekerjaan yang mereka lakukan dan bagaimana cara mencapai keadilandengan laki-laki. Awal tahun ini, Negara Massachusetts di Amerika menjadi negara bagian pertama yang mengeluarkan undang-undang yang melarang pengusaha menanyakan berapa gaji yang diterima kandidat karyawannya dari pekerjaan sebelumnya, dengan gagasan bahwa hal itu bisa mematahkan siklus pembayaran tidak adil untuk wanita dan pria.

Baca Juga:  Pentingkah Mencintai Pekerjaan Anda?

 

 

By | 2017-08-22T08:04:04+00:00 Agustus 18th, 2017|Gaji, Pekerjaan, Ruang Kerja|0 Comments