Tiga Hal yang Paling Ditakuti Ketika Wawancara & Bagaimana Cara Menghadapinya

/Tiga Hal yang Paling Ditakuti Ketika Wawancara & Bagaimana Cara Menghadapinya

Tiga Hal yang Paling Ditakuti Ketika Wawancara & Bagaimana Cara Menghadapinya

Mempersiapkan diri untuk membuat terkesan para manager perusahaan saat wawancara kerja memang tidaklah mudah. Studi yang dilakukan oleh LaSalle Network tahun 2016 menemukan bahwa 71% para pelamar kerja menganggap proses wawancara merupakan proses yang menegangkan.

Apakah yang paling ditakuti oleh para pelamar? Dalam survey tersebut menemukan bahwa tiga hal yang paling menjadi momok pelamar adalah salah bicara, membuat kesan yang buruk dan datang terlambat. Dengan tiga prioritas utama ketakutan para pelamar kerja ini, berikut ini adalah tiga strategi persiapan yang dapat Anda gunakan untuk mengatasi masalah tersebut.

Persiapkan diri untuk berbicara dengan terarah dan benar.

Dalam proses wawancara dapat berbicara dengan benar umumnya tidak terjadi secara kebetulan belaka. Anda tentu saja harus proaktif mencari tahu apa yang manager perekrutan tersebut ingin dengar dari Anda. Cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan belajar sebanyak mungkin tentang perusahaan.

Anda dapat meningkatkan pengetahuan Anda tentang organisasi melalui penelitian kecil, seperti melakukan tinjauan menyeluruh terhadap situs web perusahaan, situs media sosial perusahaan dan artikel berita terbaru tentang perusahaan. Anda juga dapat berbicara dengan orang-orang yang mungkin memiliki pengetahuan tentang perusahaan, seperti para perekrut, karyawan atau orang yang pernah bekerja di perusahaan itu.

Sewaktu Anda melakukan penelitian ini, identifikasikan beberapa kabar berita baik tentang perusahaan yang dapat Anda jadikan feedback positif pada saat yang tepat selama wawancara. Anda bisa menyiapkan opini Anda tentang perusahaan, misalnya, tentang program inovatif tertentu yang telah dimulai oleh perusahaan tersebut, atau dengan memuji budaya perusahaan.

Bersiaplah untuk membuat kesan pertama yang baik.

Tidak perlu takut membuat kesan buruk pada pewawancara selama Anda telah melakukan apa yang diperlukan untuk mengesankan tim perekrutan dengan profesionalisme Anda. Bayangkan seperti apakah calon pekerja yang benar-benar diinginkan perusahaan. Jika posisi Anda dibalik, tentu saja Anda ingin mempekerjakan seseorang yang memancarkan energi yang baik dengan background pengalaman yang meyakinkan bukan? Untuk mendapatkan hati para perekrut tentu saja Anda harus bersiap-siap lebih dulu sebelum wawancara, seperti mempersiapkan resume tambahan yang dibutuhkan untuk kesan pertama, datang tepat waktu, serta mengetahui tentang perusahaan dan peran pekerjaan yang Anda lamar.

Hal-hal kecil juga membuat perbedaan untuk kesan pertama, terutama dalam wawancara. Pastikan bahwa Anda telah mengenakan pakaian yang sesuai- hampir selalu lebih baik menjadi overdressed daripada underdressed untuk wawancara kerja. Melakukan kontak mata dengan pewawancara bisa menjadi salah satu hal kecil yang akan memberikan kesan positif. Berusahalah untuk menambahkan tanggapan umum dan jawaban positif untuk menjawab pertanyaan manager perekrutan.
Bersiaplah untuk tiba tepat waktu

Sebenarnya jam berapa sih kira-kira yang dikatakan “tepat waktu” itu? Tentu saja jawabannya adalah untuk datang lebih awal dari waktu yang sudah dijadwalkan. Jika memang Anda memerlukan waktu lebih untuk perjalanan cobalah untuk datang lebih awal lagi. Misalnya, jika Anda memiliki waktu 45 menit berkendara untuk mencapai perusahaan tempat Anda wawancara, jangan mengemudi 45 menit sebelum wawancara dimulai. Beri diri Anda paling tidak setengah jam waktu ekstra untuk memperhitungkan jika terjadi macet, atau terjadi hal-hal diluar perkiraan Anda. Jangan sampai Anda tiba disana dalam keadaan letih dan terburu-buru.

Tidak peduli seberapa gugup yang Anda rasakan tentang pencarian pekerjaan Anda, bila Anda meluangkan waktu sebelum wawancara untuk mempersiapkan dengan benar, Anda bisa mengatasi faktor ketakutan. Ini akan memberi Anda kesempatan terbaik untuk tampil maksimal saat Anda berada di bawah tekanan bertemu dengan tim perekrut.

By | 2017-08-08T07:40:10+00:00 Agustus 7th, 2017|General, Pekerjaan, Tips dan Trik|0 Comments